Tutorial Setting Mikrotik Router Hotspot
Sebelum kita memulai
tahap demi tahap untuk konfigurasi Mikrotik Router Hotspot, kita perlu
mengetaui terlebih dahulu apa itu Router Hotspot dan apa itu Hotspot.
Hotspot (Area bersinyal dalam bahasa Indonesia) adalah suatu istilah
bagi sebuah area dimana orang atau user bisa mengakses jaringan
internet, dengan ketentuan device atau perangkat yang digunakan seperti
halnya PC, laptop atau perangkat lainnya dilengkapi dengan fitur yang
ada WiFi (Wireless Fidelity) sehingga dapat mengakses internet tanpa
media kabel. Router adalah suatu perangkat yang berfungsi sebagai
management segmen jaringan untuk melayani, mengatur dan menyebarkan
konektifitas aliran pertukarang data/informasi terhadap perangkat atau
device yang berada di belakangnya. Jadi, Router Hotspot ini adalah suatu
perangkat yang berfungsi untuk memanagemnt jaringan Hotspot tersebut
dalam hal ini kita menggunakan RouterBoard yang merupakan produk dari
Mikrotik. Di Router Hotspot ini mendukung adanya AAA server
(authentication, authorization dan accounting) sehingga setiap user yang
ingin menggunakan atau mengakses layanan internet maka harus mempunyai
Username dan Password untuk melakukan authentication/hak akses ke
internet, setelah user melakukan authentication dengan login, maka
Router Hotspot akan melakukan pengecekan informasi dari user dan
password yang diinput tersebut apakah ada di router dalam hal ini AAA
server (authentication, authorization dan accounting) atau tidak dan
melakukan pencocokan antara username dan, jika ditemukan dan username
serta password yang diisi benar maka proses authentication berhasil maka
user tersebut diberikan hak akses ke internet. Namun jika username atau
password tersebut tidak ditemukan atau tidak cocok maka
proses authentication akan ditolak oleh server dan memberikan respon
balik sebagai informasi ke halaman login user.
Tahap demi tahap Setting Mikrotik Router Hotspot
Untuk
mempermudah kita melakukan konfigurasi terhadap perangkat dalam satu
jaringan kita perlu membuat topologi dan dan menentukan IP Address yang
akan digunakan. Dan pada tutorial kali ini berikut topologi dan IP
Address yang akan kita gunakan yaitu :

Pada topologi di atas terlihat bahwa :
—–>>Interface
keluar yang terhubung ke internet yaitu ether2 dengan IP
192.168.2.253/24 dan gateway 192.168.2.1 dan dengan menggunakan DNS
google. Untuk konfigurasi IP dan DNS ini anda harus menyesuaikan dengan
kondisi jaringan yang anda gunakan dan juga penamaan interface harus
disesuaikan dengan perangkat yang anda gunakan,
—–>>Interface
yang terhubung ke user yang berfungsi untuk menyebarkan jaringan ke user
yaitu WLan1 dengan segment IP user yaitu 192.168.0.0/24, untuk segment
IP ini juga anda sesuaikan dengan kebutuhan jaringan anda,
Konfigurasi Router Hotspot
Setelah
semua kebutuhan sudah selesai kita persiapkan mulai dari topologi
jaringannya, IP Address yang digunakan, perangkat yang dibutuhkan serta
perlengkapan untuk pengerjaannya maka saatnya sekarang kita masuk ke
tahap selanjutnya yaitu konfigurasi Router Hotspot.
1. Pertama
silahkan akses unit Mikrotik anda dengan menggunakan aplikasi winbox,
jika anda belum mempunyai aplikasi winbox maka anda bisa mendownloadnya
melalui link berikut ini http://www.mikrotik.com/download atau langsung
dengan link
http://download2.mikrotik.com/routeros/winbox/3.9/winbox.exe,
2.
Jika sudah anda download selanjutnya jalankan aplikasi winbox yang
terdapat pada PC atau laptop anda, kemudian silahkan anda hubungkan
kabel UTP dari laptop anda ke HUB yang sudah terhubung unit RouterBoard
yang sebelumnya sudah kita persiapkan, kemudian silahkan anda browse
melalui aplikasi winbox maka anda akan mendapatkan informasi mac address
dari unit RouterBoard tersebut kurang lebih seperti gambar di bawah ini
:

Pada
gambar di atas terlihat bahwa banyak device dengan OS Mikrotik yang
dapat discan, namun di sini kita fokus di satu perangkat
1. Pertama silahkan anda pilih dan click tab “Neighbors”
2. Kemudian pilih dan click tombol “Refresh” untuk mencari device yang terhubung,
3. Jika sudah muncul device yang kita punya, silahkan pilih dan double
click mac addressnya kemudian pilih dan click tombol “Connect”
Maka
setelah itu akan terjadi proses mengakses RouterBoard Mikrotik anda
dengan menggunakan aplikasi winbox. Sedikit informasi secara default
akses Mikrotik usernamenya menggunakan admin dan passwordnya kosong
(tanpa password). Jika sudah berhasil login maka akan muncul tampilan
sebagai berikut ini :

Jika
sudah muncul tampilan seperti di atas itu artinya anda telah berhasil
login ke dalam RouterBoard Mikrotik nya, selanjutnya silahkan pilih dan
tekan tombol “Remove Configuration”, ini tujuannya agar konfigurasi
bawaannya hilang jadi kita konfigurasi semua dari awal.
3.
Selanjutnya, kita rubah dulu identity atau penamaannya tujuannya agar
kita tidak ragu yang mana unit yang kita gunakan apa lagi jika kita
mempunya lebih dari satu unit RouterBoard, caranya yaitu masuk ke menu
System—->>Identity kemudian isikan nama identitynya, kurang lebih
seperti gambar di bawah ini :

1. Silahkan pilih dan click menu System,
2. Kemudian pilih dan click Identity,
3, Kemudian hapus tulisan Mikrotiknya dan ketik sesuai dengan penamaan yang anda inginkan,
4. Kemudian pilih dan click tombol apply untuk menerapkan konfigurasi yang telah kita rubah,
5. Kemudian pilih dan click tombol OK, maka hasilnya akan seperti ini :

4.
Kemudian kita setting IP Addressnya untuk WANnya yaitu IP Address yang
nanti terhubung ke Internet, dengan cara masuk ke menu
IP—->>Address, kemudian pilih dan click tombol tanda tambah (+)
untuk menambahkan IP, kemudian akan muncul form baru untuk menambahkan
IP, lalu ketik IP address sesuai yang telah ditentukan, kemudian
tentukan Interface, kurang lebih seperti gambar di bawah ini :

Setelah itu pilih dan click tomboll Apply dan OK untuk menerapkan konfigurasi yang telah kita lakukan.
5.
Kemudian setelah kita menambahkan IP WAN, sekarang kita menambahkan IP
LAN untuk yang akan digunakan client yang berada di bawahnya, ini kita
menggunakan 2 IP Address karena juga bertindak sebagai router, caranya
cukup mudah cukup dengan mengulang step 3, 4, 5, 6 dan 7 maka kurang
lebih tampilannya akan seperti berikut ini setelah kita menambahkan
semua IP Address:

Di sana IP 192.168.0.1/24 yang terletak di Wlan1 terindikasi merah, ini dikarenalan interface wlan1nya masih status disabled.
6.
Selanjutnya kita setting gatewaynya agar bisa terkoneksi ke luar yaitu
dengan cara : Pilih dan click menu IP—–>>Routes—>>Kemudian
pilih dan click tombol tanda tambah (+)—–>>Kemudian di Opsi
Gateway isikan IP gateway sesuai jaringan yang kita gunakan, kemudian
pilih dan click apply dan ok, seperti pada gambar di bawah ini :

Maka setelah itu kurang lebih tampilannya akan seperti di bawah ini :

Note : Untuk IP Gateway ini silahkan anda sesuaikan dengan kondisi jaringan yang anda gunakan.
7.
Kemudian kita test konfigurasi IP Address yang telah selesai kita
setting apakah sudah bisa terhubung ke router dan ke internet atau belum
dengan cara melakukan ping ke IP gateway dan ke salah satu IP internet
melalui new terminal, kurang lebih seperti tampilan di bawah ini:

Jika
hasilnya reply seperti pada gambar berarti tidak ada issue, kita bisa
lanjut step berikutnya, namun jika tidak reply silahkan check kembali
settingan IP address dan Gateway yang telah diberikan dan juga pastikan
untuk pengkabelannya sudah terhubung dengan baik sesuai dengan topologi
jaringan yang ada. Beberapa kemungkinan jika ada yang tidak reply
pingnya untuk dipastikan :
1. Jika ping ke IP gateway tidak reply,
maka yang perlu dipastikan yaitu, pastikan gateway sudah diset dengan
benar, pastikan koneksi dari RouterBoard ke HUB jaringan terhubung
dengan baik (baik secara kabel maupun port), pastikan dari HUB jaringan
ke router terhubung dengan baik (baik secara kabel maupun
port/interface), dan pastikan settingan IP di router sudah sesuai, serta
pastikan routernya ON dalam kondisi normal,
2. Jika ping ke IP
gateway reply namun ping ke internet tidak reply maka yang perlu
diperhatikan yaitu, pastikan sudah disetting gatewaynya dengan benar,
coba test ping dari router ke internet reply atau tidak, pastikan
konfigurasi router sudah benar (baik IP, NAT/routing), pastikan dari
router ke HUB/switch jaringan internet sudah terhubung dengan baik (baik
secara kabel maupun port/interface), pastikan dari router bisa ping ke
IP gatewaynya reply, pastikan koneksi internet anda normal tidak sedang
bermasalah.
8. Selanjutnya silahkan setting DNS untuk router anda dengan cara :
1. Pilih dan click IP,
2. Kemudian pilih dan click DNS,
3. Kemudian di form Server isikan IP DNS yang anda gunakan (sesuaikan dengan kondisi jariangan anda),
5. Ceklis Allow Remote Reuqest, tujuannya agar DNS tersebut dan IP
gateway yang di dapat client ketika mendapatkan IP otomatis dari DHCP
bisa menjadi DNS resolvernya,

9.
Selanjutnya kita setting wirelessnya agar bisa memancarkan hotspot pada
users yang ingin terkoneksi nantinya, caranya yaitu sebagai berikut ini
:
1. Pilih dan click menu wireless,
2. Double click Wlan1 yang muncul di bagian list interface, maka akan muncul form untuk konfigurasi wirelessnya,
3. Untuk Mode silahkan pilih ap bridge, karena bertindak sebagai AP atau pemancar,
4. Kemudian silahkan pilih untuk bandnya, di sarankan pilih yang
2GHz-B/G/N, tujuannya agar semua device yang support type wireless
tersebut bisa terhubung dengan baik,
5. Lalu silahkan pilih Channel Widthnya,
6. Tentukan Frequency yang ingin dipergunakan,
7. Tentukan SSID atau nama Hotspot yang nanti dipancarkan ke user2,
8. Isikan Radio Name, ini tidak berpengaruh dengan koneksi namun hanya untuk mempermudah pengenalan saja,
9. Kemudian pilih dan click tombol Apply yang ada di sebelah kanan
untuk menerapkan perubahan konfigurasi yang telah kita lakukan, kurang
lebih tampilannya sebagai berikut ini :

10. Kemudian pilih dan click tombol enable yang ada di sebelah kanan untuk mengenable Wlan1nya,
11. kemudian pilih dan click tab WDS, seperti gambar di bawah :

12. Untuk DWS Mode pilih yang static,
13. Kemudian pilih dan click tombol Apply untuk menerapakan perubahan konfigurasi yang telah kita lakukan,
14. Kemudian pilih dan click tombol “OK”
Sampai di sini konfigurasi wireless sebagai pemancar hotspot telah selesai.
Setting DHCP
Agar
nanti users yang joint bisa mendapatkan IP Address/Gateway/DNS secara
otomatis ketika mereka joint ke SSID hotspot yang telah kita konfigurasi
di atas tadi maka kita perlu mensetup DHCP untuk interface wlan1nya
karena interface ini yang nantinya terhubung ke users. Caranya lumayan
mudah yaitu sebagai berikut ini :
1. Pilih dan click IP,
2. Kemudian pilih dan click DHCP Server,
3. Setelah itu pilih dan click tombol DHCP Setup, seperti gambar di bawah ini :

Setelah itu maka akan muncul form sebagai berikut ini untuk setup DHCP Servernya :

4.
Untuk DHCP Server Interfacenya silahkan pilih wlan1, karena ini
interface yang nantinya terhubung ke user, jadi pastikan anda
menyesuaikan dengan interface anda yang akan terhubung ke users
nantinya,
5. Kemudian pilih dan click Next untuk step selanjutnya, maka akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

6. Pada gambar tersebut kita diinformasikan network atau range IP yang
kita gunakan, jadi silahkan pilih dan click tombol next, maka akan
muncul tampilan sebagai berikut ini :

7. Pada gambar di atas terlihat bahwasanya kita diinformasikan gateway
yang nantinya akan digunakan untuk dhcp ke clientnya, jadi silahkan
pilih dan click tombol Next, maka akan muncul tampilan sebagai berikut
ini :

8. Pada gambar di atas terlihat range IP Address yang nantinya akan
diberikan ke client secara acak, jadi silahkan pilih dan click tombol
Next, maka akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

9. Pada gambar di atas terlihat bahwasanya kita diinformasikan IP DNS
server yang nantinya akan diberikan ke users secara otomatis ketika
mereka joint dan mendapatkan konfigurasi jaringan secara otomatis, jadi
silahkan pilih dan click tombol Next, maka akan muncul tampilan sebagai
berikut ini :

10. Di atas terlihat kita diinformasikan Lease time atau masa waktu
peminjaman IP DHCP client ke server, sehingga jika masa waktu tersebut
sudah tercapai maka IP kita akan direlease/renew dan diberikan IP
Address yang baru, jadi silahkan anda isikan waktu sesuai kebutuhan
anda, contoh di atas adalah 10 menit (jam:menit:detik), selanjutnya
silahkan pilih dan click tombol Next, maka akan muncul tampilan sebagai
berikut ini :

11. Sampai tahap di atas terlihat bahwasanya kita sudah berhasil
mensetup DHCP server di interface Wlan1, jadi selanjutnya silahkan tekan
tombol OK.
Setup Server Hotspot
Tahap selanjutnya yaitu
kita perlu melakukan setup untuk server hotspot untuk ke butuhan AAA
server (authentication, authorization dan accounting) sehingga jika
nanti ada user yang baru joint dan ingin mengakses internet maka perlu
authentication terlebih dahulu dengan menginput username dan password di
login page yang muncul, sehingga jika nanti username dan passwordnya
cocok maka akan diberikan akses ke internet, namun jika misalnya tidak
cocok dengan yang ada di server maka akan ditolak dan diberikan respon
balik dalam bentuk pesan kegagalan login seperti yang sudah kita bahas
pada tahap awal sebelumnya.
Berikut ini tahap demi tahap untuk mensetup Server Hotspot pada Mikrotik
1.Pertama pilih dan click menu IP,
2. Kemudian pilih dan click Hotspot,
3. Setelah itu pilih dan click Hotspot Setup, seperti gambar di bawah ini :

Setelah itu akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

4.
Pada gambar di atas terlihat bawah kita masuk ke step pemilihan
interface untuk hotspotnya, di sini kita memilih wlan1 karena interface
inilah yang nanti akan terhubung ke users, jadi silahkan sesuaikan
dengan interface yang anda gunakan, setelah itu pilih dan click Next,
maka akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

Gambar
di atas terlihat bahwasanya kita diberikan informasi network yang akan
digunakan untuk hotspot yang sedang kita setup, di situ juga terlihat
ada pilihan untuk ceklis “Masquearade Network”. Jika IP yang akan
diberikan ke client nantinya sebagai IP NAT maka silahkan ceklis, namun
jika IP yang diberikan ke client dalam bentuk IP routing maka jangan
diceklis. NAT dan Routing ini merupakan teknik yang digunakan pada
sebuah router agar IP Local bisa terhubung atau dapat mengakses ke
Internet melalui IP WAN, jadi silahkan sesuaikan dengan kondisi jaringan
yang anda gunakan. Dalam contoh ini saya menggunakan IP NAT oleh sebab
itu diceklis, setelah itu pilih dan click tombol Next, maka akan muncul
tampilan sebagai berikut ini :

5.
Pada gambar di atas kita diberikan informasi range IP Address yang
nantinya akan berlaku untuk system hotspot ini, kemudian silahkan pilih
dan click tombol Next, maka akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

6.
Pada tahap ini merupakan pilihan apakah kita akan menggunakan https
untuk akses login page nantinya atau tidak, jika menggunakan https maka
kita harus mengimport SSL certificatenya, namun di sini saya tidak
menggunakan https jadi saya akan memilih none, kemudian pilih dan click
tombol Next, maka akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

7.
Ini merupakan tahap untuk isi IP SMTP, namun kita bisa mengskipnya jadi
langsung pilih dan click tombol Next saja, maka akan muncul tampilan
sebagai berikut ini :

8.
Pada tahap ini, merupakan informasi IP DNS resolver yang akan digunakan
oleh user hotspot ini nantinya sesuai dengan yang telah kita setup pada
step setup DNS sebelumnya, kemudian pilih dan click tombol Next maka
akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

9.
Pada tahap ini merupakan step untuk mengisi DNS Name yang mana akan
muncul sebagai url ketika kita akan mengkases login page saat proses
login ketika akses internet pertama kalinya, contohnya bisa di sini
dengan loginhotspot.com, jika kita kosongkan juga tidak masalah sehingga
yang muncul nanti sebagi url akses login pagenya yaitu dalam bentuk IP
gateway yang kita dapatkan, jadi bisa langsung dipilih dan click tombol
Next, maka akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

10. Sampai tahap ini kita telah berhasil setup Hotspot di interface Wlan1,
11.
Di atas terlihat bahwa server profil yang kita gunakan untuk Hotspot
yang di Wlan1 yaitu hsprof2, selanjutnya kita coba edit sedikit
menyesuaikan dengan kebutuhan untuk server profilenya yaitu dengan cara :
Pilih dan click tab Server Profiles (11),
12. Silahkan double click nama profile yang tadi kita gunakan,
13. Kemudian edit namanya agar mudah mengenalinya dibagian Name

14. Setelah itu pilih dan click tab Login,
15. Ceklis HTTP CHAP,
16. Ceklis HTTP PAP,
17. Kemudian pilih dan click tombol apply untuk menerapkan perubahan konfigurasi yang kita lakukan,
18. Kemudian pilih dan click OK
Note : Jika kita mengceklis MAC, maka kita bisa login dengan
menggunakan mac address dari device kita dan untuk passwordnya sesuai
dengan yang telah ditentukan dibagian MAC Auth. Password. Jika Cookie
kita ceklis maka selama waktu Cookie Lifetime (tergantung waktu yang
kita tentukan) akan menyimpan informasi mac address kita sehingga selama
itu kita akan selalu auto login ketika kita mengakses internet walaupun
kita sudah idle cukup lama. Jika HTTPS kita ceklis maka ketika kita
login urlnya akan dalam bentuk HTTPS, kelemahannya jika kita menggunakan
internal SSL akan selalu muncul informasi sertifikat tidak aman pada
browser kita sehingga cukup mengganggu. Jika Trial kita ceklis maka user
trial akan aktif selama waktu trial yang ada. Untuk tab radius, ini
jika kita punya radius server dan untuk usernya kita managed dari radius
makan ini perlu kita centang, namun jika tidak punya radius server maka
tidak perlu dicentang. Dan Kurang lebih tampilannya seperti gambar di
bawah ini :

19.
Selanjutnya kita membuat User Profile sesuai kebutuhan, caranya yaitu
pilih dan click tab User Profile maka akan muncul tampilan sebagai
berikut ini :

20. Pilih dan click tanda tambah maka akan muncul form baru untuk konfigurasi profilenya,
21. Silahkan isi Name untuk mempermudah mengenali Profile usernya,
22. Silahkan tentukan lama waktu idle jika tidak beraktifitas di bagian Idle timeout,
23. Silahkan tentukan lama waktu untuk selalu aktif usernya di bagian Keepalive Timeout,
24. Silahkan tentukan waktu untuk Status Autorefreshnya,
25. Shared Users, ini perupakan opsi untuk menentukan berapa orang atau
berapa device yang bisa login bersamaan dengan Username yang sama, di
atas saya isi 10 maka akan ada 10 device yang bisa login dengan username
yang sama,
26. Rate Limite, ini adalah batasan bandwidth untuk
masing-masing user nantinya, di sini saya mengisi 1Mbps untuk upload dan
1Mbps untuk download,
27. Untuk Open Status Login Page pilih HTTP Login,
28. Hilangkan ceklis untuk Transparent Proxynya,
29. Kemudian pilih dan click tombol Apply untuk menerapkan konfigurasi yang kita lakukan,
30. Setelah itu pilih dan click tombol OK,
31.
Tahap selanjutnya yaitu membuat user yang akan digunakan nantinya untuk
login ketika akses ke internet. Caranya cukup mudah, pilih dan click
tab Users
32. Pilih dan click tombol tanda tambah (+) maka akan muncul form baru untuk data user,
33. Silahkan pilih server dengan memilih nama server hotspot yang telah kita buat sebelumnya,
34. Untuk username login hotspotnya silahkan isi dibagian Name,
35. Untuk password silahkan isikan dibagian password,
36. Untuk profile silahkan pilih nama profile user yang setelah kita buat sebelumnya,
37. Kemudian pilih dan click Apply untuk menerapkannya,
38. Kemudian pilih dan click tombok OK, seperti gambar di bawah ini :

Setelah itu maka akan muncul tampilan sebagia berikut :

Sampai
tahap ini kita telah berhasil mensetup server hotspot untuk interface
wlan1 dan juga membuat user dan profile user yang bisa login dan akses
internet melalui system hotspot ini.
Testing User
Tahap
selanjutnya yaitu dengan melakukan testing terhadap konfigurasi yang
kita buat yaitu dengan cara, kita coba joint ke hotspot yang telah kita
buat tadi, bisa menggunakan laptop/tab/smartphone/PC yang ada
wirelessnya, jika ketika kita joint mendapatkan IP sesuai yang telah
disetting di DHCP server sebelumnya dan memunculkan login page ketika
kita hendak mengkases internet seperti gambar di bawah ini maka itu
artinya kita sudah berhasil menseting Mikrotik Router Hotspot.

Silahkan
login dengan mengisikan username dan password yang sebelumnya telah
kita buat kemudian tekan OK, maka jika informasi yang kita isi cocok
dengan yang ada di server maka kita berhasil mengakses ke internet dan
selama berinternetria.
Untuk Melihat user Hotspot yang aktif bisa melalui :
1. Pilih dan click IP,
2. Setelah itu pilih dan click Hotspot,
3. Kemudian masuk ke tab Active seperti gambar berikut ini :

Sekian tutorial singkat ini dan semoga bermanfaat dan dapat dipergunakan sesuai kebutuhan dan silahkan dikembangkan.
Untuk
pengembangan bisa dengan mendesign tampilan login pagenya agar bisa
lebih menarik dan dengan menggunakan fhoto-fhoto yang ingin kita
tampilan semacam informasi promo dan juga logo dan brand kita dan serta
pengembangan lainnya.
sumber :
http://news.invirno.com/tutorial-setting-mikrotik-router-hotspot/